Cerita Dewasa Dengan Ayah Mertua

itil service

Cerita Dewasa Dengan Ayah Mertua  

http://www.ceritasex.life


Cerita DewasaIni adalah sebuah kisah dewasa antara seorang menantu wanita atau perempuan yang terlibat hubungan seks dengan bapak mertua laki-lakinya. Kisah ini disusun berdasarkan fakta yang saya dapat dari cerita pribadi salah seorang penyuka Cerita Sex Terpanas. Bagaimana kisahnya, silahkan simak selengkapnya berikut ini!.

Ia baru saja menikah sekitar satu setengah tahun lamanya. Susanti nama teman wanitaku itu. Sementara suaminya bernama Prasetyo. Kejadiannya bermula ketika Prasetyo mendapat tugas luar kota dari kantornya, di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Prasetyo memang biasanya dapat pergi tiga sampai empat hari. Seandainya pulang pun hanya beberapa jam saja, kemudian berangkat lagi. Sebagai seorang isteri, Susanti tidak dapat melarangnya, apalagi itu urusan kerja. Maklum, yang dilakukan itu ada kaitan dengan promosi terhadap diri Prasetyo menjadi Area Sales Manager dalam waktu dekat. Susanti tentu saja merasa ikut senang mendengar akan hal itu, sehingga ia memberikan kebebasan waktu pada Prasetyo untuk meningkatkan prestasinya.

Karena kesibukannya itu, Prasetyo sering melupakan hak Susanti sebagai seorang isteri. Hari-hari Susanti penuh dengan kesepian. Apalagi buah perkawinan mereka belum juga ada. Akhirnya Susanti menggunakan waktu sepi itu untuk berbagi rasa dengan mertuanya, Udin. Udin sudah sangat berumur, karena usianya sudah hampir mencapai setengah abad. Udin saat itu sudah hidup sendiri tanpa pendamping hidup, karena isterinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Kebetulan Udin tinggal serumah dengan mereka. Obrolan serta gurauan, hampir mereka lakukan setiap hari, terutama ketika Prasetyo sedang tidak ada di rumah. Tidak jarang karena Susanti dan mertuanya keasyikan mengobrol, mereka terkadang sampai lupa waktu. Mereka pernah sampai tengah malam baru berhenti mengobrol.

Susanti merasa obrolan dengan mertuanya itu bermanfaat. Ia menjadi lebih terhibur dan tidak lagi begitu kesepian seperti hari-hari sebelumnya. Begitu juga dengan mertuanya. Udin merasa lebih senang dan enjoy. Sebelumnya ia yang pendiam kini berubah menjadi periang. Sejak itulah, Susanti bersama mertuanya saling mengisi hari-hari luang mereka dengan obrolan-obrolan kecil namun menyenangkan hati mereka berdua. Setidak-tidaknya rasa jenuh yang dirasakan Susanti kini terobati. Dan harus diakui oleh Susanti, pengetahuan mertuanya memang begitu banyak. Cara penyampaiannya pun cukup diplomatis dan memperlihatkan wibawa seorang yang telah berumur.

Suatu hari, mertuanya bercerita tentang kecantikan isterinya sewaktu masih hidup. Bahwa isterinya dulu tergolong wanita yang banyak disukai oleh pria lain. Disamping sebagai parasnya yang cantik, lembut, juga mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai gitar spanyol yang mengagumkan. Kalau ada lelaki yang meliriknya, pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama.

“Makanya, aku beruntung mendapatkan ibumu dulu.., tapi sayang.., ia begitu cepat meninggalkanku..” kata mertuanya sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya yang sudah banyak menghabiskan rokok itu.
 
Film Bokep -  Malam pun semakin larut, seiring dengan cerita mertua Susanti yang sudah tidak menentu arah pembicaraannya. Sampai akhirnya mengenai hal yang sifatnya pribadi pun diceritakan dengan tanpa ada rasa canggung lagi. Singkatnya, bahwa almarhumah ibu mertuanya adalah isteri yang cantik serta dapat memuaskan dalam setiap permainan ranjang yang pernah mereka lakukan.

“Entah berapa kali setiap malam kami lakukan, yang jelas pasti tidak terlewatkan..” kata mertuanya mengenang masa lalu.

“Pernah aku dibikin kewalahan, karena aku lupa minum obat.” lanjut Udin dengan santainya mngupas seluruh rahasia rumah tangganya.

“Kamu belum ngantuk, Susanti..?” tanya mertuanya sambil merapatkan duduknya ke samping Susanti.

Saat itu mereka duduk di sofa panjang di ruang tamu. Susanti pun mulai curiga dengan sikap mertuanya, apalagi tangan mertuanya mulai memegang pundaknya.

Tatapan mata Udin begitu tajam, seolah-olah ingin mengulangi kejadian indah bersama isterinya. Dan Susanti lebih kaget lagi, ketika mertuanya berkata,

“Kamu cantik Susanti.. maukah kamu, barang sejenak melayaniku..?” pinta mertuanya yang kelihatannya sudah terpengaruh dengan cerita masa lalunya itu.

“Tolong Yan, aku sudah lama kesepian, lagian suamimu khan tak ada di rumah..!” desak halus mertuanya sambil menarik tangan Susanti ke kamar.

“Jangan Ayah..! Aku milik anak Ayah..!” tolak Susanti sambil menepis kedua tangan Udin yang kini sudah hinggap di payudara 36B miliknya.

“Mau ya Susanti.., sekali aja kok..!” rayu mertuanya sambil melepaskan semua pakaiannya. “Sekarang kamu diam, ya..! Kakinya diangkat ke atas.., ya begitu.., biar Ayah yang bantu melepaskan pakaianmu..!”

Sungguh, Susanti merasa bingung saat itu. Anehnya ia diam dan menuruti kemauan mertuanya begitu saja. Mertuanya dibiarkan melepaskan semua pakaiannya hingga telanjang bulat. Mungkin karena rasa kasihannya pada sang ayah mertua yang sudah lama kesepian. Apalagi sebagai seorang isteri normal, Susanti jarang sekali mendapat kenikmatan dari suaminya, Prasetyo, karena kesibukannya.

Sementara itu dengan lembutnya Udin membaringkan tubuh Susanti yang tanpa sehelai benang pun yang menutupinya ke tempat tidur, lalu mulai menjilati semua lekuk tubuh Susanti dari bagian pundak, belakang telinga, leher, payudara hingga bagian bawah perutnya. Payudara Susanti dijilati dengan penuh semangat, sambil sekali-kali diremas-remas dengan perlahan. Susanti menggelinjang diperlakukan seperti itu. Saat sampai di bagian benda kewanitaannya, Udin menyibakkan rambut-rambut kemaluan Susanti yang amat lebat dan hitam. Lalu klitorisnya dijilati dengan berputar-putar. Dengan sengaja Udin memasukkan lidahnya ke dalam lubang senggama Susanti sambil kelentitnya dipegang-pegang.
http://www.ceritasex.life

Foto Bokep -  Susanti pun tidak lama telah terhanyut oleh kenikmatan yang diberikan oleh mertuanya itu. Ia pun mengimbangi permainan asmara itu dengan perasaan yang sudah lama tidak dirasakannya. Ia meminta mertuanya untuk berbaring. Langsung diraihnya senjata andalan Udin. Kemaluannya sudah tegang. Lidah Susanti menjilati seluruh batangan mertuanya yang kelihatan telah berurat itu dengan penuh semangat. Dihisap dan dikulum-kulumnya selayaknya seorang yang haus akan hubungan seks. Tidak ketinggalan batang kejantanan itu dikocok-kocoknya. Luar biasa kocokannya itu, buktinya Udin sampai terpejam-pejam merasakannya.

“Aku sudah tak tahan, Susanti.. masukkan saja ya, Nak..?” ujar Udin di tengah-tengah kenikmatan yang menjalari segenap urat syarafnya.

Susanti hanya tersenyum penuh arti akan pernyataan ayah mertuanya. Segera ia naik ke atas perut ayah mertuanya itu. Lalu dengan tangan kiri, dituntunnya batang kemaluan yang sudah amat besar dan tegang itu masuk ke belahan liang senggamanya.

“Bles.. jeb..!” Susanti pun segera bergoyang maju mundur, lalu ke atas ke bawah.

Sementara itu, Udin berusaha bangkit untuk menjilati kedua bukit kembar menantunya itu seperti bayi yang haus akan air susu ibunya.x

Segera setelah mulut Udin mencapai payudara indah Susanti, Susanti pun dengan sengaja mengarahkan payudaranya ke arah mulut sang mertua, baik buah dada yang kanan maupun yang kiri.

“Uh.. uh.. uh..” terdengar erangan kenikmatan dari mulut Susanti mengiringi gerakan tubuhnya.

“Aku mau keluar, Yah..!” ujar Susanti dengan nafas memburu.

Dan benar, sesuatu dari dalam dirinya tiba-tiba seperti meledak. Ia mengalami orgasmenya.. Namun, Udin kelihatannya belum mau berhenti juga. Ia lalu menyuruh Susanti merubah posisi pernaian seks mereka. Kini Susanti dengan posisi menungging. Kedua tangannya memegang ujung ranjang. Sementara dengan semangat 45, Udin segera mengarahkan batang kejantanannya ke belahan bibir kemaluan Susanti.

Dengan sekali hentakan, “Bless..!” Batang kejantanan itu masuk seluruhnya.

Udin dengan posisi setengah berdiri terus menghajar Susanti dari belakang sambil kedua tangannya berusaha meraih payudara Susanti yang memang sangat merangsang Udin. Setelah ia raih, diremas-remasnya dengan perlahan.

“Wah.. coba dari dulu aku mencicipi tubuh mulus ini.. pasti aku tambah awet muda..” pikir Udin ditengah serangan gencarnya.

Beberapa menit kemudian, tiba-tiba Udin merasakan sesuatu akan keluar dari tubuhnya dan perasaannya melayang. Matanya yang bulat terbeliak dan kemudian melotot. Susanti yang sadar mertuanya akan ejakulasi, segera melepaskan pantatnya dari serangan gencar batang keperkasaan Udin. Lalu ia meraih rudal panjang Udin dan dikocok-kocoknya agar mendapatkan puncak klimaks mertuanya. Benar saja, cairan sperma dari batang keperkasaan Udin keluar menyemprot dengan derasnya. Melihat itu, Susanti segera menghisapnya sampai habis semua cairan lelaki itu hingga mulutnya ikut menjadi basah. Batang kemaluan itu dijilatinya sampai bersih.

“Yan.. kapan-kapan kita ulangi lagi ya.., Ayah benar-benar puas sekarang..” ujar Udin sambil memakai pakaiannya kembali.

Cerita Hot Terbaru — Susanti hanya mengangguk dan tersenyum kecil memberikan kesan puas baik fisik maupun batin.

Dalam hatinya ia berkata, “Dasar tua bangka..! Menantu aja di ‘makan’..!”

“Kamu memang benar-benar bisa memuaskan keinginanku yang selama ini sudah tidak dapat kulampiaskan lagi.. sekali lagi Ayah benar-benar merasa puas sekali..!” kata Udin menambahkan sambil mencium kening Susanti yang basah dengan peluh itu.

Malam itu mereka lalui dengan perasaan sedikit penyesalan, tetapi juga rasa puas, karena keinginan batiniah diantara mereka berdua dapat tersalurkan. Namun, sejak itu setiap kali mertuanya mengajak berhubungan intim, Susanti selalu melayaninya dengan senang hati dan penuh semangat. Dan hal itu tidak hanya berlangsung sekali atau dua kali saja, tetapi mereka melakukannya hampir seperti layaknya suami isteri. Maklum, suaminya belum dapat memberikan kepuasan batiniah pada Susanti.

service desk overview